Kamis, 25 April 2019

Bila Tiket Pesawat Domestik Tetap Mahal, Ini Bahayanya !


Mahalnya harga tiket pesawat  domestik menjadi isu hangat dari awal tahun hingga kini. Apabila terus dibiarkan, ada bahaya yang mengintai untuk pariwisata.

Harga tiket pesawat domestik yang mahal  dan mencekik traveler tak hanya mengurangi intensitas traveling pejalan dalam negeri. Ini juga punya efek yang lebih berbahaya di masa mendatang apabila terus dibiarkan berkepanjangan.

Fenomena itu pun turut dibahas dalam paparan hasil riset terbaru yang dibuat Amadeus selaku satu dari top 10 perusahaan teknologi yang bergerak dalam sistem distribusi global (Global Distribution System) di kantornya, UOB Plaza, Jakarta.

Dijelaskan oleh GM Amadeus untuk Indonesia, Andy Yeow, kondisi ekonomi Indonesia saat ini disebutnya cukup baik. Trend wisata pun masih terus naik, tapi mahalnya harga tiket pesawat domestik bisa jadi masalah.

"Kenaikan tiket pada momen Lebaran itu hal yang bisa. Hanya apabila harga tiket pesawat domestik dibiarkan berkepanjangan, bukan tak mungkin kalau nantinya traveler domestik akan lebih memilih liburan ke luar negeri," ujar Andy.

Di Indonesia sendiri, jumlah pengeluaran untuk liburan terus bertumbuh secara konsisten karena tumbuhnya populasi kelas menengah. Harga tiket pesawat pun bersahabat sebelum mengalami kenaikan awal tahun 2019.

Berdasarkan data dari Amadeus, pengeluaran orang Indonesia untuk berwisata tahun 2018 lalu bernilai 367 miliar rupiah. Jumlahnya masih cukup bagus, walau tak sebesar pengeluaran  wisatawan dari negara-negara tetangga di Asia Pasifik.

Di satu sisi, mahalnya tiket pesawat domestik bisa jadi peluang bagi ritel seperti penyedia jasa wisata dan operator tur.

"Di sini para pelaku retail bisa masuk dan menawarkan jasa wisata yang lebih personal," ujar Andy.

Tingginya harga tiket pesawat sejatinya tak serta merta menghalangi traveler bepergian. Mungkin bisa disiasati dengan traveling ke destinasi yang lebih dekat atau dengan menggunakan moda transportasi lain yang harganya lebih bersahabat.

0 komentar:

Posting Komentar